Oleh: pitonosmkteladanpukat | 5 Agustus 2009

KISAH KERA DAN MERPATI

*Dimuat di Kedaulatan Rakyat, Minggu Wage, 29 Desember 2002, halaman 8


Di sebuah hutan hiduplah ribuan kera. Hutan itu sangat terkenal dengan sebutan hutan kera. Di antara ribuan kera itu, terdapat seekor kera yang rakus. Ia tidak hanya cukup dengan makanan yang tersedia di hutan. Karena itu, ia sering mencuri pisang di kebun petani yang tinggal tak jauh dari hutan itu. Pada suatu hari ketika kera rakus itu akan mencuri pisang, ia melihat seekor burung merpati yang kesakitan karena sayapnya patah.

“Kenapa kau  di sini dan sayapmu berlumuran darah?” tanya kera mendekati merpati.

“Begini, kawan. Ketika aku hinggap di pohon mahoni. Tiba-tiba seorang pemburu menembak sayapku. Dengan susah payah aku berusaha terbang menghindari kejaran pemburu itu. Karena tak kuat lagi, aku terjatuh di sini,” cerita merpati.   “Kalau kau, apa yang sedang kaulakukan di sini?” tanya merpati kemudian.

“Aku sedang mencari makanan,” jawab kera berbohong.

“Mencari makanan? Sering kudengar berita, ada seekor kera yang suka mencuri pisang di kebun petani. Kau sedang mencari makanan atau mencuri pisang?”

“Aku hanya mencari makanan. Sudahlah, tak usah dipermasalahkan. Ayo, kuajak kau ke rumahku.”  Kemudian kera membawa burung merpati itu ke rumahnya di pedalaman hutan. Sampai di sana kera mengobati luka-luka di sayap merpati.

Karena kera merawat merpati dengan tekun beberapa hari, merpati itu sembuh dan dapat terbang kembali. Merpati berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada kera.

“Sudahlah, kawan. Kita harus menolong dan mengasihi sesama makhluk ciptaan Tuhan,” ucap kera. Setelah keduanya bersalam-salaman, merpati berpamitan untuk pulang.

Tiga hari kemudian merpati bersama teman-temannya mengunjungi kera. Mereka membawa pisang dan tunas pohon pisang. Kera menyambutnya dengan sangat gembira.

“Kera sahabatku, terimalah kenang-kenangan dari kami ini. Tanamlah tunas pohon pisang ini dan rawatlah baik-baik. Hanya pesan kami, janganlah kau mencuri pisang lagi di kebun petani. Petani adalah sahabat kita juga.”

Kera mengucapkan terima kasih dan berjanji tidak akan mencuri pisang lagi di kebun petani. Setelah merpati pulang, kera menanam tunas pohon pisang itu di depan rumahnya. Hari demi hari ia merawat pohon pisang itu dengan baik. Ketika musim berbuah tiba, pohon pisangnya itu berbuah lebat sekali. Ia memanen hasilnya.

Sebagai rasa syukurnya, ia mengundang kera-kera lain untuk turut menikmati hasil panen itu. Tak lupa ia juga mengundang merpati sahabatnya yang telah menyadarkannya dari perbuatan mencuri. Kini kera yang rakus telah berubah menjadi kera yang baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: